Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan

Written By Unknown on Senin, 14 Januari 2013 | 19.01

Postingan sebelumnya saya sempat berbagi tentang dampak negatif teknologi informasi bagi sosial dan psikologis. sekarang ini saya akan begbagi tentang Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan. berikut dampat Teknologi Bagi pendidikan

Malas belajar dan mengerjakan tugas
Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta orang tua dalam memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar dan bermain. Sehingga bila anak-anak dirasa sudah berlebihan dalam menggunakan komputer orang tua bisa segera membatasi dan mencegah terjadinya ketergantungan.

Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara penggunaan tulisan manual dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya mengandalkan komputer untuk membuat suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak selamanya kita dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah seperangkat alat yang bisa saja tiba-tiba terjadi kerusakan ataupun error, yang dimana pada saat itu kita tidak dapat lagi mengandalkannya, sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan antara penggunaan secara manual dengan penggunaan teknologi.

Dampak Teknologi Informasi Bagi Sosial dan Psikologis

Banyak orang bilang, Jika sesuatu itu ada banyak manfaatnya maka ia akan banyak juga dapak nigatifnya. hal itu berlaku untuk segala hal tidak terkecuali dengan perkembangan teknologi informasi yang sekarang ini perkembangannya cukup pesat. adapayun dampak yang nampak terhadap sosial dan psikologis saat ini adalah sebagai berikut :

Ketergantungan
Media komputer mem
iliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya  seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.

Solusi :
Ketergantungan dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.

Violence and Gore
Dampak teknologi, Dampak negatif tekno, Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilaku perilaku Agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan

Solusi :
Dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua. Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya. Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal dalam penggunaan komputer.

Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.

Antisocial Behavior
Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.

Solusi :
Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.

Bedakah Ilmu Komputer dan Teknik Informatika?

Written By Unknown on Senin, 24 Desember 2012 | 21.26

 Assalamualaikum Warah Matullahi Wabarkatuh

Salam Hangat dan Salam Sejahtera untuk kalian semua pengunjung Blog OSIS SMK Nahdliyatul Islamiyah. Postingan kali ini merupakan artikel pendidikan dan ilmu pengetahuan teknologi yang saya kupas dari artikel mas Ari Mogi I.K.
Dalam Artikel ini berisi hasil pengamatan untuk suatu polemik yang sudah terjadi sejak lama, namun tidak sedikit orang sering tidak mengacuhkannya dan bahkan kita sendiripun begitu.

perbedaan Ilmu Komputer dan Teknik Informatika, Bedakah Ilmu Komputer dan Teknik Informatika, samakah Ilmu Komputer dan Teknik InformatikaPROLOG
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan sangat cepat. Berawal sekitar tahun 1990-an, ketika komputer pertama kali diperkenalkan ke dalam dunia pendidikan dasar di Indonesia (belum ada catatan resmi mengenai hal ini, namun sekitar tahun 1990-an, mulai bermunculan kursus-kursus komputer, baik untuk anak sekolah maupun mahasiswa, baik yang resmi maupun kursus yang tidak resmi). Bersamaan dengan hal ini pula, komputer mulai memberikan nilai lebih untuk para calon pelamar pekerjaan (Job-seeker). Dengan membawa selembar sertifikat hasil kursus komputer, seorang pelamar pekerjaan akan dapat mengalahkan pelamar yang lain dalam kualifikasi administrasi.

Bersamaan dengan itu pula, banyak perguruan tinggi yang mulai membuka program studi komputer di institusi mereka. Hingga saat ini (tulisan ini dibuat pertama kali), terdapat 869 program studi Teknik Informatika, Manajemen Informatika, atau Pendidikan Teknik Informatika, program studi Ilmu Komputer sebanyak 3 perguruan tinggi, dan sebanyak 304 program studi Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi (data diambil dari situs Evaluasi). Jumlah ini belum ditambah lagi dengan kursus-kursus pendidikan singkat milik swasta yang menawarkan program pendidikan yang tidak kalah menarik. Hal ini menjadikan komputer (program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan pendidikan komputer lainnya) menjadi primadona sekaligus lahan bisnis pendidikan yang sangat menjanjikan. Pihak industri (dunia kerja) membutuhkan banyak pekerja dengan keahlian komputer, dan pihak penyelenggara pendidikan menjanjikan kemampuan lulusan yang dapat diterima oleh pihak yang menawarkan pekerjaan atau industri.

SEBUAH POLEMIK
Terlepas semua itu, masih ada satu polemik yang telah menjadi sebuah suspensi di dalam pendidikan komputer di negeri ini, yaitu perbedaan antara Teknik Informatika dan Ilmu Komputer yang banyak memunculkan pertanyaan-pertanyaan, baik di forum online (Internet) maupun forum offline (lokakarya, seminar, konferensi, dsb.) Tidak dapat disangkal lagi, hal ini sudah muncul sejak pendidikan komputer mulai populer di negara ini. Sekitar 20 tahun lebih dan tetap menjadi bahan diskusi. Menurut beberapa sumber, program studi Teknik Informatika dan Ilmu Komputer tidak memiliki perbedaan kecuali pada nama.

ACUAN KURIKULUM
Ditinjau dari kurikulum, pendidikan komputer di Indonesia mengacu pada beberapa sumber. Sumber-sumber tersebut adalah:
  •     COSINE report (Commission on Engineering Education) tahun 1967,
  •     Curriculum ’68 (ACM) tahun 1968, A Curriculum in CS and Engineering (IEEE-CS) tahun 1977,
  •     Curriculum ’78 (ACM) tahun 1978,
  •     Model Program in CS and Engineering (IEEE-CS) tahun 1983,
  •     Computing as a Discipline tahun 1989,
  •     Computing Curricula ’91 (IEEE-CS + ACM) tahun 1991,
  •     Computing Curricula 2001 (IEEE-CS + ACM) tahun 2001,
  •     Computing Curricula 2005 (IEEE-CS + ACM + AIS) tahun 2005.

Dalam materi diskusi APTIKOM (No.1/APTIKOM/Pus/Sep/Kr-1/2009), yang berjudul “Filosofi dan Struktur Kurikulum Rumpun Ilmu Informatika dan Komputer” disebutkan bahwa pada awal diperkenalkan di Indonesia, semua kurikulum pendidikan ilmu informatika dan komputer telah mengacu pada sumber-sumber tersebut di atas. Selanjutnya, dalam perjalanannya, perkembangan dinamis referensi (sumber-sumber) tersebut, akhirnya diperkenalkan 4 (empat) panduan kurikulum berskala nasional, yaitu: Kurikulum Lokal (sebelum tahun 1995), Kurikulum Nasional (tahun 1995-2002), Kurikulum Inti Berbasis Kompetensi (2003), dan Kurikulum Berbasis Satuan Pendidikan dan Multi-Source Learning (2008-sekarang). Jadi keempat kurikulum tersebutlah yang mempengaruhi kurikulum program studi Teknik Informatika dan Ilmu Komputer (dalam hal ini, kurikulum antara Teknik Informatika dan Ilmu Komputer adalah sama).

Lebih lanjut pada sumber yang sama, juga dijelaskan bahwa pendidikan komputer sebelum tahun 1990-an terbagi menjadi 3 domain ilmu, yaitu: Computer Engineering (yang merupakan pecahan/bidang minat dari Electrical Engineering atau Teknik Elektro), Computer Science(s), dan Information System. Di Indonesia pada saat itu dikenal dengan nama Sistem Komputer (juga populer dengan nama Teknik Komputer), Ilmu Komputer atau Teknik Informatika (berada pada satu bidang utama yang sama), dan terakhir adalah Sistem Informasi (sebelumnya dikenal dengan nama Manajemen Informatika). Dalam perkembangannya, sesuai dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan jaman, Computer Science (Ilmu Komputer) melahirkan konsentrasi baru, yaitu Software Engineering, sementara Information System melahirkan Information Technology. Dari kelima bidang-bidang inilah–bidang-bidang tersebut antara lain: Teknik Komputer, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Informasi, dan Teknologi Informasi–yang akhirnya melahirkan pertanyaan-pertanyaan di masyarakat.

Pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebuah konsekuensi logis yang wajar terjadi karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi yang diperlukan, sehingga seringkali menimbulkan kerancuan pemahaman dan disparitas pengertian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Bahkan karena perbedaan pemahaman ini, sering timbul pertentangan (karena kedua belah pihak merasa benar dan bertahan dengan pendapat masing-masing). Beberapa pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul antara lain: apakah perbedaan ilmu komputer dan teknik informatika?, apa yang dipelajari di ilmu komputer?, apakah di ilmu komputer akan diajarkan pemrograman?, dan apakah benar di ilmu komputer belajar rumus-rumus sementara di teknik informatika akan belajar teknik-teknik pemrograman komputer?

Berdasarkan kurikulum, telah dijelaskan sebelumnya bahwa tidak ada perbedaan antara program studi Ilmu Komputer dan Teknik Informatika (jika tidak ada perbedaan, sebaiknya tidak ditentangkan. Dalam beberapa artikel di Internet, salah satunya ditemukan artikel yang berjudul “Ilmu Komputer VS Teknik Informatika”). Kemudian apa yang dipelajari di ilmu komputer atau teknik informatika itu sendiri? berdasarkan artikel yang diambil dari situs resmi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, disebutkan bahwa fokus kurikulum Ilmu Komputer dan Teknik Informatika seringkali lebih ilmiah dan teoritis, dan cukup banyak mengandung unsur matematika dan logika. Pernyataan ini akan menjawab sisa pertanyaan di atas. Jelas terlihat bahwa yang diajarkan di ilmu komputer/teknik informatika adalah hal yang sama, yaitu ilmiah dan teoritis.

Dari lulusan yang diharapkan, artikel situs resmi Ilmu Komputer/Teknik Informatika Universitas Indonesia juga menyebutkan bahwa lulusan tersebut akan memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang canggih untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit. Mereka jugalah yang senantiasa menemukan inovasi baru di bidang ilmu komputer. Sebagai contoh, saat ini kita sudah mengenal baik fasilitas Internet dan World Wide Web, yang tidak akan terwujud tanpa kemajuan di sub-bidang ilmu komputer seperti jaringan komputer (computer networking), basis data (database), serta interaksi manusia komputer. Saat ini, ilmuwan komputer menggunakan teknologi komputer untuk pengembangan robot yang cerdas, pemodelan DNA manusia, serta pembuatan program yang dapat memahami berbagai data dalam bentuk teks, gambar, suara, maupun video. Jika dilihat dari cakupan pembelajarannya, Ilmu Komputer/Teknik Informatika memiliki cakupan yang cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik lainnya.

Berdasarkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa program studi Ilmu Komputer dan Teknik Informatika adalah sama, hanya pemakaian istilah yang membedakannya. Kurikulum yang diacu adalah Kurikulum Berbasis Satuan Pendidikan dan Multi-source Learning tahun 2008. Materi yang diajarkan adalah materi ilmiah dan teoritis dengan pendekatan matematis dan logis (pendekatan secara matematika dan logika). Serta lulusan yang diharapkan adalah lulusan yang memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang canggih untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit (solusi canggih untuk masalah yang rumit).

EPILOG
Akhir kata, semoga dengan adanya artikel ini, dapat menjawab semua pertanyaan (atau paling tidak sebagian besar pertanyaan) tentang perbedaan dan persamaan antara program studi Ilmu Komputer dan Teknik Informatika. Sehingga tidak terus berlanjut sebagai sebuah paradigma paradoks konvensional yang tak kunjung mendapatkan jawaban.
Jika memang masih ada pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi saya sebagai penulis, baik secara online maupun offline, melalui kontak di akhir artikel ini. Mohon maaf jika terdapat kesalahan-kesalahan di dalam artikel ini.
Salam hangat dan sejahtera.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Petotu | Syifa Al Qulub | Madura News
Copyright © 2011. SMK NADLIYATUL ISLAMIYAH - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger